Kelam

Kulihat dari balik tembok itu
Tiada cahaya, bahkan remang
Hanya kegelapan yang dibungkus sunyi dan dingin
Melawan setiap semangat untuk melewatinya

Dahulu ada banyak cahaya
Putih, kuning, dan ungu
Membungkus malam agar tidak kelam
Menyejukkan mata di kala badai datang

Pada akhirnya, semua hanya kenangan
Yang hanya diingat satu orang
Kini mau kelabu atau penuh jerebu
Tiada yang mau memahami